Angkatan 9 Yang Titik Titik
Angkatan Sembilan itu, angkatan yang sangat beruntung. Bagaimana tidak, kami adalah angkatan terakhir yang proses belajar mengajarnya diadakan secara hybrid. Hal ini dikarenakan angkatan kami dimulai ketika masa pandemi Covid-19 baru saja berakhir, yaitu Juli 2023. Bahkan belum bisa dikatakan bebas covid seratus persen, karena masih ada turunan virus Covid-19 yang bernama Omicron. Saat itu, masker masih wajib dipakai dan hand sanitizer gak boleh sampai ketinggalan. Interview sebagai rangkaian proses pendaftaran-pun dilaksanakan secara online. Meskipun diperbolehkan untuk memilih belajar secara on-site atau on-line, terbukti di tahun pertama, kelas kami di lantai satu ruangan besar, yaitu Ruang AG 202A dan AG 202B, Kampus Unika Atma Jaya BSD, seringnya terisi cukup penuh sampai baris belakang.
Angkatan Sembilan yang memulai perjalanannya di masa akhir pandemi, terdiri dari seratus dua puluh lima orang. Kami mengikuti Misa Pembukaan Tahun Ajaran Baru untuk Angkatan Sembilan pada 29 Juli 2023 di Gereja St. Helena-Curug dengan antusias dan hati yang gembira. Mayoritas dari siswa Angkatan Sembilan memang dari Dekenat Tangerang Satu dan Dua, namun dengan sangat bangga, kami menorehkan fakta unik bahwa di angkatan kami ini, lengkap asal parokinya, mencakup semua dekenat di dalam lingkup Keuskupan Agung Jakarta. Ada yang dari Dekenat Jak-Bar 1, Jak-Bar 2, Jak-Ut, Jak-Sel, Jak-Tim, dan Jak-Pus. Luar biasa bukan? Hal ini membuktikan, betapa umat Katolik begitu rindu untuk belajar Kitab Suci, sehingga jarak yang begitu jauh tidak menjadi penghalang. Kecintaan kepada Kitab Suci yang juga mencerminkan kerinduan untuk mengerti Sabda Allah, bagi hidup pribadi peserta KPKS dan dalam komunitasnya. Penulis juga tak lupa men-survei, apakah di garis FINISH (kelulusan) semua dekenat ini masih terwakilkan, dan jawabannya ternyata masih. Betapa bahagianya kami.
Pertama kali diperkenalkan dengan web RuDi (Rumah Digital KPKS Tangerang), terus terang masih seperti asing. Beberapa teman-teman mengaku gaptek dan masih kesulitan untuk mengakses artikel-artikel di dalamnya. Apalagi ketika di semester pertama, kami harus meng-upload tugas atau jawaban ujian ke dalam RUDI ini. Untungnya Angkatan Sembilan mempunyai Tim IT yang sangat sigap dan ringan tangan. Setiap kali ada batas waktu pengumpulan, pasti ada personil Tim IT yang siap mengecek dari waktu ke waktu, apakah ada file yang salah masuk atau teman yang kesulitan meng-upload file jawabannya. Tadi saya cerita bahwa sistem belajar kami adalah hybrid, di mana setiap pertemuan di kelas akan disambungkan melalui Zoom, agar bisa diikuti secara real-time dengan teman-teman yang online. Awal-awal pertemuan, kualitas sambungan Zoom dan juga rekaman pengajaran terus terang masih kurang baik. Sering peserta online merasa kesulitan untuk mendengarkan dengan jelas. Untungnya hal ini segera dapat diatasi. Berkat kerjasama dan ketekunan Tim IT Angkatan Sembilan, yaitu: Pak Handy, Bro Alberto, Pak Rio, Pak Sianturi, Bu Vani, dan Bu Devita.
Pelajaran kami semester pertama, yaitu: Pengantar Perjanjian Lama (pengajar: Bp. Seto Marsunu), Mempertanggungjawabkan Iman Katolik (pengajar: Rm. B. Hardijantan Dermawan, Pr.), Tafsir Mazmur (pengajar: Bp. Seto Marsunu) dan Pengantar Perjanjian Baru (pengajar: Bp. Frans Kamaruddin) adalah pemberi tonggak awal yang memberi kami gambaran seperti apa dinamika yang akan kami jalani selama menjadi siswa-siswi KPKS-Tangerang. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pengajar yang selama tiga tahun ini telah dengan setia mengajar dan mendampingi kami sehingga keingintahuan kami akan Kitab Suci, bertumbuh dari perjalanan pribadi menjadi perjalanan bersama di dalam komunitas, sama halnya dengan Jemaat Perdana.
Kegiatan-kegiatan yang mempersatukan hati dan mengakrabkan Angkatan Sembilan adalah Rekoleksi dan Seminar, Syukuran makan bersama Natal dan Tahun Baru, HUT ke-10 KPKS Tangerang (Dies Natalis) dengan lomba Story Telling “Kita adalah Teman Sekerja Allah”, Fun Walk (Berjalan bersama Paulus ke Tujuh Kota), perwakilan alumni bersama SEMA dan pengurus KPKS St. Paulus-Tangerang mengunjungi Karya Sosial Atmabrata di Cilincing untuk menyampaikan dukungan kasih. Bertemu dengan para lansia di sana dan mengadakan “salon dadakan”, Ziarah ke Gua Maria Pengurai Simpul Masalah, Sentul, Bogor dengan mempersembahkan seribu tangkai bunga mawar yang dirangkai bersama, Doa Rosario (online) mohon kedamaian jiwa bagi Pope Francesco, dan yang baru saja selesai adalah Retret perutusan (Retus) yang diadakan 22-23 Agustus 2026 di Wisma Pratista, Bandung.
# Astrid A. Irwanputeri (09.23.015)







