Header Ads

KPKS SANTO PAULUS

Cabang Tangerang

[Angkatan 8] Ziarek Pembuka Tahun Baru (9-11 Jan 2026)



Angkatan 8 KPKS St. Paulus Tangerang mempunyai tabungan uang kas dan kami telah sepakat mempergunakannya untuk melakukan ziarek ke beberapa Gua Maria. Rapat telah dilakukan beberapa kali dengan keputusan akan berziarah ke Gua Maria Tritis di Gunung Kidul, Ganjuran di Bantul, Gua Maria Kerep di Ambarawa, Malioboro dan Pasar Beringharjo di Jogya juga destinasi pusat oleh-oleh.  Kami pun sepakat membagi kekurangan biaya menjadi tanggungan peserta. 


Agar rencana kami berjalan lancar, kami pun melakukan Doa Rosario bersama selama 7 hari dengan intensi agar perjalanan berjalan lancar dan selamat, turut mendoakan kesehatan Romo Hardijantan, Pr. dan mendoakan jiwa kakak teman kami seangkatan yang berpulang. 


Aneka persiapan termasuk akomodasi, konsumsi, run down acara, susunan perlengkapan yang wajib dibawa termasuk dress code disusun dengan rapi oleh panitia yang diketuai Inovi dan Retno dibantu Elka, Meifi dan kawan-kawan. 


Tibalah hari keberangkatan yang dinantikan.  Jumat, 9 Januari 2026 jam 21.15 kami berangkat dalam 2 bus Big Bird dalam rombongan yang berjumlah 43 orang termasuk bu Sandra dan bu Rose, pendamping Angkatan 8.  Busnya baru, bagus dan cukup nyaman dengan para kru yang ramah serta sigap membantu.  Suasana gembira menyelimuti kami yang segera terlelap, sementara di luar hujan dengan jalanan berliku dan sesekali di dalam bus kami duduk terlonjak-lonjak akibat jalan yang tidak rata.



Perjalanan pertama, menuju Gua Maria Tritis di Gunung Kidul di pagi hari yang basah oleh hujan rintik.  Bukan kendala bagi kami yang telah memperlengkapi diri dengan jas hujan dan payung.  Beberapa dari kami membeli air panas dengan memberikan tumbler kepada warga yang membuka warung dan toilet.  Warung itu juga menjual aneka hasil bumi dan lilin untuk berdoa.  Para ibu warga setempat banyak yang mengepit payung menawarkan jasa antar dan ojek payung dengan biaya seikhlasnya.  



Perjalanan ke Gua Maria Tritis dari tempat parkir dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit dengan jalan yang menurun dan mendaki. Semua kelelahan berjalan menuju Gua Maria Kerep, segera terobati dengan keindahan gua alami yang memiliki stalaktit dan stalakmit purba dari batu kapur. Keindahan alam yang menyegarkan jiwa.  Banyak obyek foto yang menarik dan indah, sehingga kami sangat antusias mengabadikannya.



Setelah sarapan, tujuan kami selanjutnya adalah Gereja dan Candi Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran di Bantul yang telah berusia lebih dari 1 abad.  Candi HKTY Ganjuran berupa kompleks mirip candi dengan susunan batu alam hitam.  Suasana asri dengan banyak pohon besar sungguh sangat menyegarkan.  Sebelum masuk area Ganjuran, kami mencuci tangan terlebih dahulu.  Di kejauhan kami melihat candi tempat patung Yesus bertakhta dan kami menaruh lilin doa di belakang candi. Yang istimewa adalah 9 kran pancuran air suci atau Tirta Perwitasari, yang konon memiliki mukjizat menyembuhkan mereka yang sakit dengan minum atau mandi air suci. Tirta Perwitasari berasal dari bawah candi HKTY Ganjuran.   


Setelah mengisi jirigen kecil dengan air suci, membasuh tangan dan wajah kami, selanjutnya kami berdua-dua menaiki anak tangga dengan melepas alas kaki dan masuk berdoa ke dalam candi. Kami berdoa di hadapan patung Yesus bersila yang dipahat dalam busana Kerajaan Mataram Kuno dan Majapahit (Kristus Raja).  Nampak di pangkuan Yesus bunga setaman yang harum, menambah suasana khidmat dan magis.   Kami menuruni anak tangga dengan berjalan mundur, tetap dengan tubuh menghadap Yesus. Kenyamanan yang indah melingkupi kami usai berdoa.   


Nah, semangat mencari oleh-oleh khas Ganjuran terpenuhi dengan berbelanja di toko unit usaha Panti Asuhan Santa Maria Ganjuran yang dikelola Suster-Suster CB. Berbelanja di sana hanya bisa memakai uang tunai atau transfer saja, karena tidak dilengkapi fasilitas QRIS atau kartu kredit.  


Sebelum masuk bus, kami pun mandi Tirta Perwitasari dengan terlebih dahulu berdoa. Tidak perlu handuk, karena airnya sungguh ajaib bisa kering sendiri dengan cepat, agak hangat dan tidak dingin.  Di dalam pancuran bilik mandi yang bersih, dilarang buang air kecil.  Toilet disediakan di ruangan di samping bilik pancuran mandi. Segar sekali mandi dengan Tirta Perwitasari, rasanya bersih, keset, dan kulit terasa halus. 


Usai dari Ganjuran, kami menuju penginapan LPP Demangan Convention & Hotel di kota Jogya yang ternyata saat kami datang dipenuhi karangan bunga ucapan transformasi nama menjadi Naraséna Co-Living.  Hotel yang ramah dan nyaman bagi rombongan. Pembagian kamar berjalan lancar. Selanjutnya acara bebas antara lain ke Pasar Malioboro.



Jam 06.00 kami check-out dan bersiap misa pagi di Gereja Katolik St. Antonius Padua, Kotabaru.  Kami mengenakan dress code kaus ungu, kaus Angkatan 8 yang cukup menyolok bagi umat lain yang bertanya-tanya. Romo Yohanes Agus Setiyono, SJ yang menjadi pemimpin misa pagi itu memperkenalkan kami kepada para umat dan mendoakan perjalanan pulang kami berjalan selamat. Sungguh suatu kehormatan bagi rombongan kami.  


Usai misa, di tengah hujan kami bergegas naik bus, namun tidak lupa membeli snack yang dijual di sekitar area luar gereja seperti bacang, dimsum, telur gulung, sosis bakar, dan aneka kue basah.  Tujuan kami selanjutnya adalah Gua Maria Kerep di Ambarawa.


Sesampai tujuan, ternyata kami dilarang masuk, karena Gua Maria Kerep sedang  digunakan untuk ibadah novena dan rosario ribuan orang.  Beberapa dari kami  mencari pecel enak yang sangat murah di dekat tempat parkir. Namanya Pecel Mbok Kami yang legendaris. Banyak pengunjung bermobil rela antre Pecel Mbok Kami yang memang enak, meski dikemas dengan sangat sederhana.


Tibalah saat kami pulang menuju Tangerang, namun sempat mampir membeli buah tangan untuk keluarga yakni ke Pusat Oleh-Oleh 52 di Semarang dan Rest Area Banjaratma di Brebes.



Sekitar jam 22.00 kami tiba di Alam Sutera, Tangerang dengan selamat.  Beberapa teman sudah dijemput para keluarganya, namun sempat terjadi insiden Inovi merasa kehilangan HP.  Dibantu Elka mereka mencari HP dan woro-woro di WAG Ziarek sekiranya ada yang melihat.  Ada yang menyarankan berdoa kepada Santo Antonius Padua bila barang hilang. Beberapa waktu kemudian diumumkan HP Inovi sudah ketemu di kantong tas bagian belakang. Syukurlah. 


Semoga ziarek Angkatan 8 bisa diulangi lagi dengan tujuan berbeda untuk terus bersilaturahmi mempererat persahabatan dalam Tuhan. 


(Verena Istudiyanti Priatmi)

Diberdayakan oleh Blogger.