[Angkatan 9] Hati Berkobar, Siap Diutus (7 Okt 2026)
Misa Perutusan (Mitus) Angkatan Sembilan sudah terlaksana, di tanggal 7 Oktober 2026 yang lalu, bertempat di Aula Universitas Katolik Atma Jaya, BSD. Mulai pukul satu siang, para siswa-siswi Angkatan Sembilan sudah datang, sesuai arahan panita, untuk melakukan Gladi Resik dan mendengarkan pengarahan dengan semangat. Mitus dipersembahkan oleh Bapak Uskup Kardinal Ignatius Suharyo, dengan konselebran Romo B. Hardijantan Dermawan, Pr. dan Romo B.S. Mardiatmadja, SJ.
Bisa berkumpul kembali sebagai satu angkatan, bertegur sapa, bercanda gurau dan berfoto bersama, adalah momen yang sangat dinanti. Walau Retus (Retret Perutusan)-pun belum lama berselang, yaitu 22-23 Agustus 2026 yang lalu. Seksi dokumentasi dari panitia pun dengan sigap mengabadikan momen-momen kebersamaan ini, sejak para peserta Mitus Angkatan Sembilan mulai berdatangan.
Angkatan Sembilan yang memulai perjalanan belajar di KPKS dengan jumlah 125 orang, di akhir perjalanan ini, yang lulus berjumlah 101 orang. Di antara yang 101 orang ini, banyak kisah dari siswa yang hampir mau menyerah di tengah jalan atau merasa diri tidak mampu mengejar ketinggalan atau semakin sulit membagi waktu. Karena dalam tiga tahun perjalanan belajar di KPKS, banyak perubahan terjadi. Ada yang mengalami sakit yang perlu perawatan rutin, ada yang menerima tanggung jawab baru dalam pekerjaan, ada yang harus merawat anggota keluarga yang tiba-tiba sakit, dan lain sebagainya. Di setiap cerita kesulitan ini, ditemukan tangan-tangan yang memberi semangat, peneguhan, pertolongan dan penghiburan. Tangan-tangan ini berasal dari anggota kelompok, pengurus kelas yang selalu siap membantu, tim pengajar, bahkan Kepala Sekolah kami, Romo Hardijantan Dermawan, Pr. yang lewat kebijakan-kebijakannya mengayomi dan memberi dispensasi atau waktu tambahan bagi siswa-siswi yang masih kesulitan memenuhi deadline pengumpulan tugas. Segala kesulitan yang dihadapi, kami sebagai satu angkatan, berusaha untuk menjalin komunikasi dengan pengurus kelas dan belajar untuk tertib dan disiplin pada peraturan yang sudah disepakati untuk ditaati bersama sejak awal kami menjadi siswa-siswi KPKS-Tangerang.
Panitia yang melayani acara Mitus ini, terdiri dari Angkatan 7 (alumni), Angkatan 8 (alumni), Angkatan 10, 11, bahkan Angkatan 12 (yang belum lama bergabung sebagai keluarga besar KPKS-Tangerang). Kalau dianalogikan, mungkin kami, Angkatan Sembilan, seperti pengantin yang sedang dipestakan, sedangkan panita Mitus adalah tim suksesnya. Kami merasakan pelayanan para panitia keluar dari hati yang tulus. Panitia Mitus mempersiapkan segala sesuatu dengan sangat rapih dan mengatur kami dengan ramah dan wajah sumringah. Terlihat kalau mereka turut gembira bersama kami yang akan di-"wisuda" pada malam itu. Koor yang bernyanyi juga dapat kami rasakan semangat dan dukungannya bagi kami di hari bahagia itu. Oh ya, anggota koor adalah teman-teman dari Angkatan 7 s/d 12, kecuali Angkatan 9, karena kami semua duduk manis di bangku wisudawan.
Ada satu peristiwa kecil yang sangat berkesan, yaitu ketika kami semua sudah berbaris sebelum memasuki pintu Aula. Saat itu, kami menunggu beberapa saat, karena kabarnya Bapak Uskup belum datang. Ketika akhirnya Bapak Uskup datang dan keluar dari lift, kami sangat senang dan beberapa dari kami refleks menyalami. Tak diduga, Bapak Uskup tidak terburu-buru untuk mengejar waktu mulai Misa, namun memberikan waktu untuk menyalami siapapun dari kami yang ingin bersalaman dan menyapa Beliau. Akhirnya hampir seluruh barisan bergerak untuk mendekati dan bersalaman dengan Bapak Uskup yang kami cintai. Setelah itu, semua dengan cepat kembali ke formasi awal, dan perarakan masuk dimulai.
Pengucapan Janji Lulusan KPKS oleh seluruh Angkatan Sembilan juga sangat mengharukan. Kami berjanji di hadapan Allah dan seluruh umat yang hadir untuk dengan tulus hati mengambil bagian dalam karya pelayanan sesuai dengan perutusan talenta kami. Di akhir Misa, dalam kata-kata selamatnya, Rm. Hardijantan Dermawan, Pr, bertanya dengan nada bercanda, mengapa kami sampai berteriak waktu pengucapan Janji Lulusan KPKS tersebut. Ternyata Angkatan Sembilan mengucapkan janji dengan hati yang berkobar, siap diutus.
Terakhir kesan yang ikut pulang ke rumah adalah, betapa kami begitu dimanjakan dengan hadiah-hadiah kenang-kenangan yang pastinya dipersiapkan dengan penuh cinta. Kami pulang membawa perut yang kenyang (ada menu tambahan kambing guling dan babi kecap), juga senyum yang tak mau hilang, karena keluar dari hati yang berkobar, siap untuk diutus.
“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yohanes 3:30) – Tema kelulusan Angkatan Sembilan.
(Astrid Anggraini Irwanputeri)



































