Header Ads

KPKS SANTO PAULUS

Cabang Tangerang

Catatan dari Webinar "SENI BERAPOLOGETIKA" (18 Feb 2023)

 


"Memperbesar volume Warta Kasih ketimbang Kebencian"

Webinar KPKS Paulus Tangerang bertema Seni Berapologetika telah diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa pada hari Sabtu, 18 Februari 2023 mulai pukul 09.00 - 12.00 yang diikuti 308 peserta.  


Dalam pengantarnya, Romo Lukas Sulaeman, OSC sebagai Kepala Sekolah KPKS St. Paulus Tangerang menyampaikan bahwa apologetika adalah usaha untuk mengungkapkan kebenaran iman Kristiani terhadap pihak luar.  Kita diingatkan bahwa berapologetika harus dilakukan oleh semua orang yang mengaku Katolik.  Beliau mengingatkan untuk berapologetika yang santun dengan mengutip 2 Timotius 4:2, "Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran."

Webinar dibawakan dengan sangat menarik oleh narasumber Romo Yohanes Tabah Sapy Susanto, MSC yang biasa dipanggil Romo Aba, MSC.  Romo Aba merupakan salah satu Youtuber kekatolikan yang terkenal dengan lebih dari 100.000 followers dengan nama akun "Romo Ndeso".

Romo Ndeso muncul di media sosial Youtube diawali keprihatinan beliau agar umat tidak terjebak dalam ritual keagamaan belaka.  Apologetika menjadi panggilan untuk lebih akrab dan memahami iman kita dalam relasi dengan Tuhan.


Sebagaimana yang disampaikan Rizal, Ketua SEMA, bahwa media sosial menjadi tempat bermain yang baru, maka para pihak yang belum atau tidak memahami kekatolikan mendapatkan pencerahan wawasan dari kanal Youtube Romo Ndeso.  Kanal ini membahas isu-isu hangat seputar pemahaman kekatolikan dan tidak jarang menjawab kontra public figure yang gagal paham tentang iman Katolik.  

Apologetik berasal dari kata "Apologia" yang dalam istilah gerejawi berarti pembelaan keyakinan mengenai Allah, Kristus, Gereja dan hakekat kemanusiaan sesuai dengan pengajaran iman Gereja (Katolik).  

Romo Abk, MSC dalam pemaparannya menyampaikan bahwa sejak kemunculan-Nya Yesus tidak dikehendaki.  Yesus sendiri menubuatkan dalam Lukas 21:17 ".. dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku."  Sesuai dengan nubuat Yesus, hingga kini melalui media sosial di dunia maya tidak sedikit yang menghujat, memfitnah dan menyebarkan kebencian terhadap Yesus dan tradisi kekatolikan.

Romo Aba menekankan agar sebelum berapologetika, umat harus mempelajari teologi dan filsafat, memahami ajaran Kekatolikan terlebih dahulu,  memahami dan mempelajari kitab suci misal dengan belajar di KPKS St. Paulus, lantas mewartakannya.  Sejalan dengan yang disampaikan Romo Lukas bahwa apologetika pun dapat menjadi sarana evangelisasi dan meluruskan pandangan yang keliru atau sesat.

Romo Aba menyarankan prinsip-prinsip berapologetika yang santun yakni:
- Memperbesar volume "Warta Kasih" ketimbang "Kebencian".
- Memeluk Kristus lebih kuat dibanding memunggungi Kristus untuk membelanya.
- Kita perlu merespon lawan, tetapi jangan sampai spiritualitas penjahat berpindah tempat di diri kita.
- Konsultasikan tanggapan kita pada otoritas (tulisan/seorang ahli).

Sementara saran Romo Aba tentang hal-hal yang perlu dihindari dalam berapologetika adalah:
- Menggunakan selera/pencerahan pribadi untuk mengajar.
- Menjawab/menanggapi dengan kekerasan verbal.
- Tergesa-gesa merespons semua hal.
- Menjelaskan/mengajar tanpa rujukan yang tepat.
- Tampil sekedar acting/mencari pengakuan publik.



Di penghujung selesainya acara, webinar yang dipandu oleh Roy dan Angelia dengan menarik ini mengumumkan pula 10 pemenang doorprize berupa buku karya Romo Prof. Mardiatmadja, SJ.

Mempelajari Kitab Suci adalah sarana penting untuk berapologetika. KPKS St. Paulus Tangerang telah membuka pendaftaran mahasiswa baru angkatan 9. Silakan lebih mendekatkan relasi kita dengan Tuhan dan mendalami iman dengan bergabung dalam KPKS St. Paulus.  

(Verena Istudiyanti Priatmi)















Diberdayakan oleh Blogger.